Sabtu, 29 Desember 2012

Meringkas Efek Animasi Beruntun/Berkelanjutan

Saat kita membuat efek animasi beruntun/berkelanjutan menggunakan .animate(), biasanya kita akan melakukan ini:

$('div').animate({
width:100,
height:30
}, 1000).animate({
marginTop:200,
marginLeft:100
}, 1000).animate({
fontSize:30,
padding:40
}, 1000).animate({
borderWidth:10
}, 1000).animate({
marginTop:0
}, 1000); // dan seterusnya...

Implementasi di atas memang bekerja dan sama sekali tidak salah. Lihat hasilnya di sini:

Tapi sadarkah Anda bahwa properti-properti animasi yang tertulis di dalam .animate() pada dasarnya hanyalah objek:

Object in JQuery .animate()
Dan kita bisa mempopulasikan itu ke dalam sebuah array:

var anim = [
{ width:100, height:30 },
{ marginTop:200, marginLeft:100 },
{ fontSize:30, padding:40 },
{ borderWidth:10 },
{ marginTop:0 }
];

Ini memungkinkan kita untuk menerapkan properti-properti animasi tersebut satu per satu tanpa harus mendeklarasikan .animate() berulang kali:

var anim = [
{ width:100, height:30 },
{ marginTop:200, marginLeft:100 },
{ fontSize:30, padding:40 },
{ borderWidth:10 },
{ marginTop:0 }
];

$.each(anim, function(i) {
$('div').animate(anim[i], 1000);
});

Atau cukup gunakan cara lama yang biasa digunakan untuk menangani array saat kita menggunakan JavaScript mentah seperti ini:

var anim = [
{ width:100, height:30 },
{ marginTop:200, marginLeft:100 },
{ fontSize:30, padding:40 },
{ borderWidth:10 },
{ marginTop:0 }
];

for (var i = 0, len = anim.length; i < len; i++) {
$('div').animate(anim[i], 1000);
}

Performa?

Saya tidak tahu apakah cara ini bisa mempercepat kerja animasi atau tidak (Saya malas mengetesnya). Tapi Saya pikir cara ini bisa mempermudah kita di dalam membangun deret animasi berlebih-lebihan tanpa harus mendeklarasikan JQuery .animate() secara berlebihan. Selain itu, dengan cara mempopulasikan properti animasi di dalam array, maka ini memungkinkan kita untuk menciptakan gerak animasi yang berbeda-beda pada elemen yang berbeda dengan cara meletakkan array animasi ke dalam atribut elemen. Misalnya seperti ini:

<div data-animation="[{top:30},{left:50},{fontSize:30,borderWidth:10},{padding:30}]"></div>

Setelah itu, cukup gunakan method manipulasi atribut untuk mendapatkan nilai atribut pada masing-masing elemen. Konversi nilainya agar menjadi array (bukan string) dengan eval():

$('div').each(function() {
var anim = eval($(this).data('animation')), // Mengambil nilai atribut `data-animation` dari elemen
$div = $(this);
$.each(anim, function(i) {
$div.animate(anim[i], 1000);
});
});

Rabu, 19 Desember 2012

Konversi Angka Menjadi Format Mata Uang

Fungsi ini digunakan untuk mengubah deret angka menjadi pola mata uang dimana setiap tiga deret angka akan ditambahi sebuah titik atau koma setelahnya/sebelumnya, dimulai dari belakang:

function addCommas(nStr) {
nStr += '';
x = nStr.split('.');
x1 = x[0];
x2 = x.length > 1 ? '.' + x[1] : '';
var rgx = /(\d+)(\d{3})/;
while (rgx.test(x1)) {
x1 = x1.replace(rgx, '$1' + ',' + '$2');
}
return x1 + x2;
}

Penggunaan

addCommas('10000000'); // Hasil => 10,000,000

Demo

Minggu, 16 Desember 2012

Mendapatkan Node Komentar HTML dengan JQuery

Kode ini memungkinkan kita untuk mengambil node komentar HTML yang kemudian bisa kita gunakan sebagai elemen HTML biasa. Sehingga jika komentar HTML adalah berupa elemen HTML yang mengandung permintaan HTTP, maka kita bisa memuat elemen tersebut secara tidak langsung dengan cara menuliskannya sebagai komentar HTML terlebih dahulu:

$('#fake-elem-container').contents().filter(function() {
return this.nodeType == 8;
}).each(function(i, e) {
$('#container').html(e.nodeValue);
});

#fake-elem-container adalah elemen yang akan dijadikan sebagai penampung komentar HTML, sedangkan #container akan menjadi penampung node komentar yang sudah berubah menjadi elemen HTML:

<div id="fake-elem-container">
<!-- <img alt="" src="gambar.jpg"> -->
</div>

<div id="container"></div>

Jika berhasil diterapkan, maka #container akan memuat gambar yang dibentuk dari komentar HTML di dalam elemen #fake-elem-container

Demo:

Menonaktifkan Komentar Tanpa Menyembunyikan Komentar yang Sudah Ada

<b:if cond='data:post.allowComments'> adalah kondisional template yang berfungsi untuk menyatakan bahwa pemilik blog mengizinkan pengunjung untuk menuliskan komentar. Anda biasanya akan melihat kode ini membungkus semua elemen di dalam seksi komentar sehingga jika administrator mengeset opsi pengaturan untuk tidak mengizinkan pengunjung lain menuliskan komentar baru melalui panel pengaturan utama (bukan opsi pada pengaturan posting), maka seluruh komentar yang telah masuk akan ikut menghilang (disembunyikan):

<div class='comments' id='comments'>
<b:if cond='data:post.allowComments'>

<!--
Seluruh konten di bagian ini akan menghilang jika
Administrator mengeset opsi pengaturan untuk tidak mengizinkan pengunjung
menuliskan komentar baru.
-->

</b:if>
</div>

Biasanya hal ini akan merugikan blog-blog bertipe diskusi yang ramai pengunjung, terutama jika komentar-komentar yang diterbitkan berguna untuk pembaca lain sebagai referensi tambahan.

Suatu saat mungkin Anda akan mengalami masa-masa sibuk atau katakanlah “sedang tidak mampu untuk membalas komentar-komentar yang masuk”. Saat Anda mengalami itu biasanya hal yang akan Anda lakukan adalah menutup komentar posting secara temporer dengan cara menyembunyikannya seperti ini:

Menonaktifkan Sekaligus Menyembunyikan Komentar
Menonaktifkan sekaligus menyembunyikan komentar pada semua posting.

Untuk menjaga agar komentar-komentar lama tidak hilang, Anda bisa memindahkan/memperbaharui wilayah kondisional <b:if cond='data:post.allowComments'> menjadi lebih sempit. Cukup hilangkan formulir komentarnya saja dan biarkan komentar-komentar yang sudah ada tetap pada tempatnya. Caranya adalah hapus kode <b:if cond='data:post.allowComments'> ... </b:if> yang mengelilingi elemen <div class='comments' id='comment'> sehingga akan tersisa seperti ini:

<div class='comments' id='comments'>
...
</div>

Kemudian cari elemen ini:

<b:include data='post' name='comment-form'/>

Ganti dengan ini:

<b:if cond='data:post.allowComments'>
<b:include data='post' name='comment-form'/>
</b:if>

Temukan juga kode ini:

<b:include data='post' name='threaded-comment-form'/>

Ganti dengan kode ini:

<b:if cond='data:post.allowComments'>
<b:include data='post' name='threaded-comment-form'/>
</b:if>

Masing-masing kode biasanya akan ditemukan dua buah, termasuk juga untuk seksi komentarnya. Dimana salah satu adalah elemen komentar yang akan aktif pada blog versi biasa dan satunya lagi aktif pada blog tampilan seluler.

Jumat, 14 Desember 2012

Generator Karakter Spesial HTML/Unicode

HTML Entities & Unicode

Alat ini digunakan untuk menggenerasikan kode-kode karakter spesial HTML yang bisa Anda gunakan untuk menghiasi tulisan atau untuk keperluan-keperluan lain seperti penambahan ikon pada menu tanpa gambar dan sebagainya. Cukup tentukan angka awal dan banyak karakter yang akan ditampilkan kemudian tekan tombol Show the Code List untuk menampilkan deret karakter beserta kodenya.

Anda juga bisa menggenerasikan kueri URL berdasarkan deretan simbol yang ditampilkan. URL ini bisa Anda gunakan sebagai URL berbagi atau URL bookmark untuk karakter-karakter favorit Anda:

Kamis, 13 Desember 2012

Konsep Navigasi Mobile dengan Media Queries

Navigasi/Menu pada perangkat mobile

Saya hanya akan menjelaskan konsep ini secara cepat dan nyaris nonverbal, jadi perhatikan dan jangan lupa untuk membaca komentar-komentar di dalam kode CSS dan HTML yang Saya tuliskan. Pada dasarnya kita hanya akan membuat menu biasa, yang kemudian kita lengkapi dengan ikon sebagai tombol penampil menu. Secara normal, ikon tersebut akan disembunyikan dan menu navigasi akan ditampilkan pada perangkat desktop/device berukuran besar, sampai ketika kita berada pada perangkat yang lebih kecil, maka CSS akan melakukan hal sebaliknya, yaitu akan menyembunyikan menu dan menampilkan ikon/navicon.

Demo

Markup HTML

Kita membutuhkan enam buah elemen HTML yaitu <nav>, <ul>, <li>, <input type="checkbox">, <label> dan <a>

Tag HTMLKeperluan
<nav>, <ul>, <li>Semantik. Semua navigasi standar dibangun dengan elemen ini
<a>Setiap navigasi juga memiliki tautan-tautan yang berfungsi untuk mengarahkan pengunjung menuju sebuah tempat tertentu saat tautan-tautan tersebut diklik
<input type="checkbox">Elemen ini digunakan untuk menampilkan dan menyembunyikan menu pada tampilan mobile. Dengan CSS3 :checked, kita bisa membuat efek toggle menggunakan elemen checkbox (baca di sini)
<label>Elemen ini digunakan untuk keperluan visual saja. Lebih tepatnya, elemen ini akan menjadi ikon yang akan tampak sebagai tombol, padahal tombol menu yang sebenarnya adalah elemen checkbox yang disembunyikan dengan opacity:0.
<!-- Markup yang dibutuhkan: <nav>, <ul>, <li>, <input type=checkbox>, <label>, <a> -->

<nav>
<input type="checkbox">
<label>&equiv;</label>
<ul>
<li><a href="#">Home</a></li>
<li><a href="#">About</a></li>
<li><a href="#">Archive</a></li>
<li><a href="#">Contact</a></li>
</ul>
</nav>

CSS

Pertama-tama kita set dasar dimensi menu dengan mengatur tampilan elemen <nav> meliputi tipe font, warna latar dan huruf:

/* navigasi: tentukan font, warna huruf dan latar */
nav {
font:normal bold 11px Arial,Sans-Serif;
color:gray;
background-color:black;
height:30px;
}

Kemudian set layout daftar menu menjadi horizontal. Hapus margin, padding dan bullet bawaan dari User Agent Style Sheet:

/* daftar menu: hilangkan margin, padding dan bullet */
nav ul,
nav li {
margin:0 0;
padding:0 0;
list-style:none;
}

/* set tinggi menu */
nav ul {height:30px}

/* set layout menu menjadi berjajar/horizontal */
nav li {
float:left;
display:inline;
}

Ubah semua tautan di dalam navigasi menjadi elemen blok agar lebih mudah dalam pengaturan tinggi, padding dan hal-hal lain yang kebanyakan bisa dilakukan oleh elemen blok:

/* tautan */
nav a {
display:block;
line-height:30px;
padding:0 14px;
text-decoration:none;
color:white;
}

Ganti juga warna item menu jika pointer mouse berada di atasnya:

/* sikap hover item menu */
nav a:hover {background-color:#39f}

Ikon Menu (Navicon)

Bentuknya seperti ini: ``. Simbol disamping Saya buat dengan entitas HTML &equiv;. Kita akan meletakkan simbol itu di dalam elemen <label> seperti ini:

<label>&equiv;</label>

Sebenarnya ada beberapa bentuk lain yang biasa dijadikan sebagai simbol untuk menyatakan menu (baca di sini), tapi bentuk yang paling mudah dibuat dan yang paling umum digunakan adalah bentuk yang Saya tuliskan di atas.

Kali ini kita akan mengerjakan CSS elemen checkbox dan label. Secara normal tampilannya akan disembunyikan:

nav input {display:none}
nav label {display:none}

Kemudian set beberapa pengaturan. Sembunyikan wujud elemen checkbox dengan mendeklarasikan opacity:0, dan atur dimensinya dengan tinggi dan lebar yang (disarankan) sama dengan tinggi menu:

/* checkbox: sebagai tombol menu pada tampian mobile */
nav input {
display:none;
margin:0 0;
padding:0 0;
width:30px;
height:30px;
opacity:0; /* sembunyikan wujud */
cursor:pointer;
}

/* elemen label: sebagai ikon */
nav label {
display:none;
font-size:200%;
width:30px;
height:30px;
/* teks berada di tengah secara vertikal dan horizontal */
line-height:30px;
text-align:center;
}

Media Queries

Hanya membutuhkan satu media query untuk menyatakan bahwa kita sedang berada pada perangkat mobile. Misalnya berada pada ukuran layar maksimal 767px

@media (max-width:767px) {
...
}

Saat kita berada pada ukuran layar maksimal 767 piksel, set tampilan menu sebagai menu vertikal. Tampilkan ikon dan sembunyikan semua menu:

@media (max-width:767px) {
nav {
/* kita akan mengeset posisi menu dan ikon sebagai elemen absolut terhadap navigasi, jadi kita memerlukan deklarasi ini */
position:relative;
}
nav ul {
background-color:#200;
position:absolute;
top:100%;
right:0;
left:0;
height:auto;
display:none; /* sembunyikan menu */
}
/* set tampilan menu agar bersusun secara vertikal */
nav li {
display:block;
float:none;
width:auto;
}
nav input,
nav label {
position:absolute;
top:0;
right:0;
display:block; /* tampilkan elemen checkbox dan label */
}
nav input {z-index:4} /* selalu pastikan bahwa checkbox berada di atas label */
}

Kemudian buat efek toggle dengan CSS :checked. Ubah warna ikon saat tombol menu diklik, dan tampilkan menu yang tersembunyi:

@media (max-width:767px) {
...
...
/* ubah warna ikon saat tombol menu diklik, dan tampilkan menu yang tersembunyi saat checkbox dicek */
nav input:checked + label {color:white}
nav input:checked ~ ul {display:block}
}

Kode Lengkap

HTML

<nav>
<input type="checkbox">
<label>&equiv;</label>
<ul>
<li><a href="#">Home</a></li>
<li><a href="#">About</a></li>
<li><a href="#">Archive</a></li>
<li><a href="#">Contact</a></li>
</ul>
</nav>

CSS

/* horizontal navigation: define the navigation font and basic background */
nav {
background-color:black;
font:normal bold 11px Arial,Sans-Serif;
color:gray;
height:30px;
}

/* lists: remove the nested list margin, padding & bullets */
nav ul,
nav li {
margin:0 0;
padding:0 0;
list-style:none;
}

/* navigation height */
nav ul {height:30px}

/* inline layout menu */
nav li {
float:left;
display:inline;
}

/* the anchor */
nav a {
display:block;
line-height:30px;
padding:0 14px;
text-decoration:none;
color:white;
}

/* hover state menu */
nav a:hover {background-color:#39f}

/* checkbox element: for mobile navigation button */
nav input {
display:none;
margin:0 0;
padding:0 0;
width:30px;
height:30px;
opacity:0;
cursor:pointer;
}

/* for visual purpose */
nav label {
display:none;
font-size:200%;
width:30px;
height:30px;
/* center vertically and horizontally */
line-height:30px;
text-align:center;
}


/* MOBILE NAVIGATION */

@media (max-width:767px) {

nav {
/* we want to absolute positioning the menu, checkbox and label element to its parent, so this is needed */
position:relative;
}

nav ul {
background-color:#200;
position:absolute;
top:100%;
right:0;
left:0;
height:auto;
display:none; /* hide the menu */
}

/* set the menu as a block list item */
nav li {
display:block;
float:none;
width:auto;
}

/* now show the checkbox and label element in mobile device */
nav input,
nav label {
position:absolute;
top:0;
right:0;
display:block; /* show the menu icon */
}

nav input {z-index:4} /* always place the checkbox above the label element */

/* highlight the label element and show the menu if the checkbox is checked */
nav input:checked + label {color:white}
nav input:checked ~ ul {display:block}

}

Rabu, 12 Desember 2012

Unicode untuk Membuat Diagram Pohon

Daftar Kode

SimbolTampilan
&#9474;
&#9472;
&#9500;
&#9492;

Sampel HTML

Untuk indentasi karakter yang akurat, kode hendaknya dituliskan di dalam elemen <pre> atau elemen blok apapun yang dikenai deklarasi white-space:pre dan bertipe font Monospace:

<!-- Dengan tag `PRE` -->
<pre>
Teks dan unikode di sini ...
</pre>

<!-- Dengan tag HTML biasa -->
<div style="white-space:pre;word-wrap:break-word;font-family:Monospace;">
Teks dan unikode di sini ...
</div>

Demo

A
├─── AA
│ └─── AAA
├─── AB
│ ├─── ABA
│ ├─── ABB
│ └─── ABC
└─── AC
A
├─── AA
│ └─── AAA
├─── AB
│ ├─── ABA
│ ├─── ABB
│ └─── ABC
└─── AC

Senin, 10 Desember 2012

Plugin JQuery Custom Select Box

JQuery Custom SelectBox Plugin
Plugin JQuery Custom SelectBox

Ini adalah plugin JQuery yang Saya buat berdasarkan konsep selectbox kustom yang pernah Saya temukan dan Saya catat di sini. Fungsinya adalah untuk mengubah tampilan selectbox biasa menjadi selectbox yang mudah dimodifikasi tampilannya. Saya suka dengan metodenya yang sangat sederhana untuk mengubah tampilan selectbox asli tanpa harus menghilangkan elemen aslinya dan hanya membungkusnya dengan elemen baru, sehingga kita bisa menyesuaikan dimensi selectbox palsu berdasarkan dimensi selectbox yang asli tanpa menggunakan perhitungan JavaScript yang rumit. Di sini Saya hanya memanfaatkan dimensi selectbox asli untuk mengubah ukuran lebar elemen inline-block:

Penggunaan

Letakkan CSS sebelum JQuery dan plugin setelah JQuery, kemudian aktifkan .customSelectBox() pada elemen <select> yang dikehendaki. Setelah itu Anda bisa menjalankan perintah-perintah lain yang diperlukan terhadap elemen selectbox asli melalui event .change():

<link rel="stylesheet" href="css/style.css" type="text/css">
<script type="text/javascript" src="js/jquery.js"></script>
<script type="text/javascript" src="js/jquery.custom.selectbox.min.js"></script>
<script type="text/javascript">
$(document).ready(function() {
$('select').customSelectBox().change(function() {
// Lakukan sesuatu di sini seperti halnya saat kita melakukan sesuatu ...
// ... dengan event `change` JQuery pada elemen selectbox
});
});
</script>

Itu saja.


Konfigurasi Lanjutan

Konfigurasi lanjutan ini hanya berputar di sekitar modifikasi kelas. Tidak ada efek-efek khusus tambahan pada plugin ini:

$('select').customSelectBox({
selectboxClass: 'styled-select',
buttonClass: 'curr',
selectedClass: 'selected',
disabledClass: 'disabled',
focusedClass: 'focused'
}).change(function() {});
Pilihan Modifikasi Kelas
OpsiKeterangan
selectboxClassNama kelas pembungkus luar
buttonClassNama kelas tombol pemicu drop down menu (penayang nilai opsi terseleksi)
selectedClassNama kelas opsi terseleksi (elemen <option> dengan atribut selected="true")
disabledClassNama kelas opsi mati (elemen <option> dengan atribut disabled="true")
focusedClassNama kelas tombol selectbox terfokus (saat diklik)

Keterangan dan gambaran markup HTML tergenerasi selengkapnya bisa Anda lihat pada halaman demo

Hanya untuk proyek skala kecil. Tidak bekerja pada selectbox dengan optgroup.

Minggu, 18 November 2012

Teknik-Teknik Durasi CSS Transisi

Teknik-Teknik Durasi CSS Transisi

Katakanlah kita mempunyai baris CSS ini untuk mengubah warna dan tinggi sebuah elemen <span> saat pointer berada di atasnya:

span {
display:block;
width:50px;
height:120px;
background-color:#080;
margin:15px auto;
}

span:hover {
height:150px;
background-color:#900;
margin:0 auto;
}

Hasilnya adalah seperti ini:

Kemudian Anda tambahkan sedikit CSS Transisi untuk memberikan efek animasi:

span {
display:block;
width:50px;
height:120px;
background-color:#080;
margin:15px auto;
transition:all .4s ease-out;
}

Maka inilah yang akan Anda hasilkan:

Itu adalah dasarnya. Jika Anda ingin menciptakan efek animasi yang sedikit unik, Anda bisa mencoba untuk memindahkan deklarasi CSS transisi atau membuat perbedaan durasi transisi antara keadaan normal dan saat disentuh pointer. Sebagai contoh, jika Anda memindahkan deklarasi transisi dari selektor utama ke selektor keadaan :hover, maka efek transisi hanya akan terjadi saat pointer berada di atas elemen. Namun saat pointer keluar dari elemen tersebut, efek transisi akan menghilang dan menyisakan efek tersentak seperti biasa:

span {
display:block;
width:50px;
height:120px;
background-color:#080;
margin:15px auto;
}

span:hover {
height:150px;
background-color:#900;
margin:0 auto;
transition:all .4s ease-out;
}

Efek di atas tampak sedikit berbeda dari efek yang pertama karena transisi hanya terjadi saat pointer berada di atas elemen. Sedangkan saat pointer meninggalkannya, efek transisi tidak terjadi.

Untuk membuat efek transisi yang merupakan kebalikan dari efek di atas (yaitu efek transisi terjadi pada saat pointer keluar dari elemen, namun tidak terjadi pada saat pointer berada di atasnya), Anda bisa menggunakan cara seperti ini:

Pertama-tama, set efek transisi pada selektor utama dengan durasi tertentu:

span {
display:block;
width:50px;
height:120px;
background-color:#080;
margin:15px auto;
transition:all .4s ease-out;
}

Kemudian set durasi transisi menjadi 0s pada keadaan :hover:

span:hover {
height:150px;
background-color:#900;
margin:0 auto;
transition-duration:0s;
}

Sehingga hasilnya akan menjadi seperti ini:

Ini berlaku juga untuk pseudo kelas :focus dan :active.

JavaScript Pengacak Warna

Kode Heksa Warna Acak

"#"+((1<<24)*Math.random()|0).toString(16);

Deret Warna Terdaftar

Mendapatkan warna secara acak berdasarkan barisan warna yang sudah terdaftar:

// Deret warna
var colors = ["#345", "#292222", "#990000", "black", "#ffa500", "#fff3db"];
// Mengambil warna secara acak dari array `colors`
// dan memasukkan hasilnya ke dalam variabel `a`
var a = colors[Math.floor(Math.random()*colors.length)];

Pembaharuan

Yang ini sedikit panjang, tapi hasilnya lebih stabil dibandingkan dengan yang pertama, serta bisa menghasilkan urutan warna yang lebih indah. Dalam beberapa kesempatan, Saya melihat kode pengacak warna yang pertama menghasilkan warna yang tidak valid (pengacak warna hanya menggenerasikan lima digit kode saja, bukannya enam digit seperti yang seharusnya):

function getRandomColor() {
var letters = '0123456789ABCDEF'.split(''),
color = '#';
for (var i = 0; i < 6; ++i) {
color += letters[Math.round(Math.random() * 15)];
}
return color;
}

Penggunaan

document.body.style.backgroundColor = getRandomColor();

Sabtu, 17 November 2012

JavaScript Popup Copy Code

Letakkan kode ini di atas </body>:

<script type="text/javascript">
//<![CDATA[
function copy_code(id) {
var ref = document.getElementById(id),
code = ref.getElementsByTagName('code')[0].innerHTML,
w_w = window.innerWidth,
w_h = window.innerHeight,
win = window.open('', '', 'left=' + ((w_w/2)-250) + ',top=' + ((w_h/2)-150) + ',width=500,height=300,scrollbars=0');
win.document.write('<!DOCTYPE html><html><head><title>Source Code</title><style type="text/css">*{margin:0;padding:0}body{padding:10px;text-aign:center}textarea{display:block;width:98%;height:270px;padding:1px 1px;margin:0 auto;text-align:left;overflow:auto}</style></head><body><textarea>' + code.replace(/<(.*?)>/g, "") + '</textarea><scr' + 'ipt type="text/javascript">var a=document.getElementsByTagName(\'textarea\')[0];a.focus();a.select();</scr' + 'ipt></body></html>');
}

function add_copy_button() {
var pre = document.getElementsByTagName('pre');
for (var i = 0; i < pre.length; i++) {
pre[i].id = 'code-' + i;
pre[i].className += ' quick-copy';
pre[i].innerHTML += '<a class="c_b" href="javascript:copy_code(\'code-' + i + '\');">Copy</a>';
}
} add_copy_button();
//]]>
</script>

Lalu tambahkan kode CSS ini di atas ]]></b:skin> atau </style>:

pre {position:relative}
pre .c_b {
display:block;
position:absolute;
top:0;
right:0;
padding:2px 5px;
}

Markup HTML

<pre><code> ... </code></pre>

Demo:

Jumat, 16 November 2012

Kotak Penelusuran Blogger dengan Ajax JQuery

Ajax Search Form with JQuery
Kotak Penelusuran Blogger dengan Ajax JQuery

Beberapa waktu yang lalu Saya pernah menuliskan cara menampilkan hasil penelusuran dengan JSON Blogger tanpa harus berpindah dari halaman awal menuju halaman hasil penelusuran dengan JavaScript (Anda bisa membacanya di sini).

Melalui JQuery $.ajax() kita bisa meniadakan penyisipan script callback dan langsung memanggil JSON dengan cara seperti ini:

$('#search-form').on("submit", function() {
$.ajax({
url: '../feeds/posts/summary?alt=json-in-script&q=KATA_KUNCI',
type: 'get',
dataType: 'jsonp',
success: function(json) {
...
}
});
});

Sehingga jika dijabarkan akan menjadi seperti ini:

HTML Formulir

<form action="/search" id="ajax-search-form">
<input type="text" name="q">
<input type="submit" value="Search">
</form>

JQuery

(function($) {
var $form = $('#ajax-search-form'),
$input = $form.find(':text');
$form.append('<div id="search-result"></div>');
var $result_container = $('#search-result');
$form.on("submit", function() {
var keyword = $input.val();
$result_container.show().html('Loading...');
$.ajax({
url: 'http://nama_blog.blogspot.com/feeds/posts/summary?alt=json-in-script&q=' + keyword + '&max-results=9999',
type: 'get',
dataType: 'jsonp',
success: function(json) {
var entry = json.feed.entry,
link, skeleton = "";
if (entry !== undefined) {
skeleton = '<h4>Search results for keyword &quot;' + keyword + '&quot;</h4>';
skeleton += '<a class="close" href="/">&times;</a><ol>';
for (var i = 0; i < entry.length; i++) {
for (var j = 0; j < entry[i].link.length; j++) {
if (entry[i].link[j].rel == "alternate") {
link = entry[i].link[j].href;
}
}
skeleton += '<li><a href="' + link + '">' + entry[i].title.$t + '</a></li>';
}
skeleton += '</ol>';
$result_container.html(skeleton);
} else {
$result_container.html('<a class="close" href="/">&times;</a><strong>No result!</strong>');
}
},
error: function() {
$result_container.html('<a class="close" href="/">&times;</a><strong>Error loading feed.</strong>');
}
});
return false;
});
$form.on("click", ".close", function() {
$result_container.fadeOut();
return false;
});
})(jQuery);

Cara Kerja

Pertama-tama kita tangkap beberapa elemen penting yaitu formulir pencarian dan elemen input kata kunci pencarian:

var $form = $('#ajax-search-form'), // Mendapatkan elemen formulir
$input = $form.find(':text'); // Mendapatkan elemen input bertipe teks (penampung kata kunci pencarian)

Sisipkan sebuah elemen HTML secara tidak langsung sebagai kontainer hasil pencaran:

$form.append('<div id="search-result"></div>');
var $result_container = $('#search-result');

Setelah itu kita berlakukan event .submit() atau .on("submit") pada formulir untuk kemudian kita bisa langsung memproses data JSON yang akan ditransfer pada saat yang bersamaan ketika kita menekan tombol Enter pada papan ketik atau mengeklik tombol penelusuran di dalam formulir:

$form.on("submit", function() {
$.ajax(url, type, dataType, success, error); // Dapatkan data dan proses data di sini...
return false; // <= Ini digunakan untuk mencegah formulir membawa kita menuju halaman hasil penelusuran saat kita men-submit kata kunci pencarian
});

Pengambilan data JSON dilakukan oleh JQuery $.ajax(), sehingga kita tidak perlu menyisipkan script callback ke dalam area <head> seperti dalam metode JavaScript mentah pada umumnya:

$.ajax({
url: 'http://nama_blog.blogspot.com/feeds/posts/summary?alt=json-in-script&q=' + keyword + '&max-results=9999',
type: 'get',
dataType: 'jsonp',
success: function(json) {
var entry = json.feed.entry,
link, skeleton = "";
if (entry !== undefined) {
skeleton = '<h4>Search results for keyword &quot;' + keyword + '&quot;</h4>';
skeleton += '<a class="close" href="/">&times;</a><ol>';
for (var i = 0; i < entry.length; i++) {
for (var j = 0; j < entry[i].link.length; j++) {
if (entry[i].link[j].rel == "alternate") {
link = entry[i].link[j].href;
}
}
skeleton += '<li><a href="' + link + '">' + entry[i].title.$t + '</a></li>';
}
skeleton += '</ol>';
$result_container.html(skeleton);
} else {
$result_container.html('<a class="close" href="/">&times;</a><strong>No result!</strong>');
}
},
error: function() {
$result_container.html('<a class="close" href="/">&times;</a><strong>Error loading feed.</strong>');
}
});

keyword adalah variabel. Nilainya diambil dari elemen input teks:

var keyword = $input.val();
// `../feeds/posts/summary?alt=json-in-script&q=keyword&max-results=9999`

Integrasi Widget ke Blogger

Widget ini hanya akan bekerja jika blog Anda sudah dilengkapi dengan JQuery.

Pertama-tama masuk ke halaman Tata Letak, kemudian tambahkan sebuah elemen halaman HTML/JavaScript. Salin kode ini dan letakkan di dalam formulirnya:

<style type="text/css" scoped="scoped">
#ajax-search-form {
position:relative;
font:normal normal 13px/normal Arial,Sans-Serif;
}
#ajax-search-form a {
color:#741F27;
text-decoration:none;
}
#ajax-search-form input {
border:1px solid #ccc;
border-top-color:#999;
background-color:white;
font:inherit;
color:black;
margin:0 0;
padding:5px 5px;
width:180px;
}
#ajax-search-form input::-moz-focus-inner {
margin:0;
padding:0;
border:none;
outline:none;
}
#ajax-search-form input[type="submit"] {
width:auto;
background-color:#084670;
border-color:transparent;
color:#B4D8F0;
font-weight:bold;
cursor:pointer;
padding-left:7px;
padding-right:7px;
}
#ajax-search-form input[type="submit"]:hover,
#ajax-search-form input[type="submit"]:focus {background-color:#083E5F}
#search-result {
border:1px solid #bbb;
background-color:white;
padding:10px 15px;
margin:2px 0;
width:auto;
height:auto;
position:absolute;
top:100%;
left:0;
z-index:99;
-webkit-box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.4);
-moz-box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.4);
box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.4);
display:none;
}
#search-result ol,
#search-result li,
#search-result h4 {
margin:0;
padding:0;
}
#search-result h4,
#search-result strong {
display:block;
margin:0 30px 10px 0;
}
#search-result ol {margin:0 0 10px 28px}
#search-result ol a:hover {text-decoration:underline}
#search-result .close {
display:block;
position:absolute;
top:6px;
right:10px;
line-height:normal;
color:#17950F;
}
#search-result strong {color:#B75252}
</style>
<form action="/search" id="ajax-search-form">
<input type="text" name="q" />
<input type="submit" value="Search" />
</form>
<script type="text/javascript">
(function($) {

var $form = $('#ajax-search-form'),
$input = $form.find(':text');

// Append a search result container to the search form
$form.append('<div id="search-result"></div>');
var $result_container = $('#search-result');

// When the keyword is submitted...
$form.on("submit", function() {

// Get the input value
var keyword = $input.val();

// Show the search result container and insert a `Loading...` text
$result_container.show().html('Loading...');

// Get the blog JSON via $.ajax() to show the search result
// The URL format: http://blog_name.blogspot.com/feeds/posts/summary?alt=json-in-script&q={THE_KEYWORD}&max-results=9999
$.ajax({
url: 'http://nama_blog.blogspot.com/feeds/posts/summary?alt=json-in-script&q=' + keyword + '&max-results=9999',
type: 'get',
dataType: 'jsonp',

// If success, grab the search result list...
success: function(json) {
var entry = json.feed.entry,
link, skeleton = "";
if (entry !== undefined) {
skeleton = '<h4>Search results for keyword &quot;' + keyword + '&quot;</h4>';
skeleton += '<a class="close" href="/">&times;</a><ol>';
for (var i = 0; i < entry.length; i++) {
for (var j = 0; j < entry[i].link.length; j++) {
if (entry[i].link[j].rel == "alternate") {
link = entry[i].link[j].href;
}
}
skeleton += '<li><a href="' + link + '">' + entry[i].title.$t + '</a></li>';
}
skeleton += '</ol>';
$result_container.html(skeleton);
} else {
// If the JSON is empty ... (entry === undefined)
// Show the `not found` or `no result` message
$result_container.html('<a class="close" href="/">&times;</a><strong>No result!</strong>');
}
},
error: function() {

// If error, show an error message
$result_container.html('<a class="close" href="/">&times;</a><strong>Error loading feed.</strong>');
}
});
return false;
});

// Fade out the search result container if the close button is clicked
$form.on("click", ".close", function() {
$result_container.fadeOut();
return false;
});

})(jQuery);
</script>

Ganti kode yang Saya beri tanda dengan URL blog Anda kemudian klik Simpan Widget.

Selasa, 13 November 2012

Plugin Dasar JQuery Masonry

Desandro

Ini adalah sebuah plugin awal yang menjadi dasar dari JQuery Masonry. Plugin ini ditulis oleh Desandro di dalam gist GitHub dan Saya pikir ini cukup bermanfaat untuk sekedar menata layout seperti halnya saat kita menggunakan plugin Masonry yang sesungguhnya (yang sudah disempurnakan). Jadi Saya mencatat ulang kodenya di sini.

Saya sudah mengeditnya sedikit untuk beberapa keperluan:

(function($) {
// Finding min and max values in array
Array.prototype.min = function() {return Math.min.apply({},this);};
Array.prototype.max = function() {return Math.max.apply({},this);};
$.fn.masonry = function() {
this.each(function() {
var wall = $(this);
if (wall.children().length > 0) { // Check if the element has anything in it
if (wall.children('.masonry-wrap').length === 0) { // checks if the `.masonry-wrap` div is already there
wall.wrapInner('<div class="masonry-wrap"></div>');
}
var m_w = wall.children('.masonry-wrap'),
brick = m_w.children(),
b_w = brick.outerWidth(true),
c_c = Math.floor(m_w.width() / b_w),
c_h = [], this_col, i;
for (i = 0; i < c_c; i++) {
c_h[i] = 0;
}
m_w.css('position', 'relative');
brick.css({
'float':'none',
'position':'absolute',
'display':'block'
}).each(function() {
for (i = c_c - 1; i > -1; i--) {
if (c_h[i] == c_h.min()) {
this_col = i;
}
}
$(this).css({
'top':c_h[this_col],
'left':b_w * this_col
});
c_h[this_col] += $(this).outerHeight(true);
});
m_w.height(c_h.max()).parent().addClass('start-transition');
}
return this;
});
};
})(jQuery);

Penggunaan

Sebenarnya plugin ini cukup diterapkan dengan cara seperti ini:

$('#container').masonry();

Tapi Saya sarankan untuk memicu plugin ini di dalam event .resize():

$(window).on("resize", function() {
$('#container').masonry();
}).trigger("resize");

Tambahan

Untuk efek animasi, gunakan CSS transisi:

CSS

.start-transition .item {
-webkit-transition:top .7s ease .5s, left .7s ease .5s;
-moz-transition:top .7s ease .5s, left .7s ease .5s;
-ms-transition:top .7s ease .5s, left .7s ease .5s;
-o-transition:top .7s ease .5s, left .7s ease .5s;
transition:top .7s ease .5s, left .7s ease .5s;
}

HTML

<div id="container">
<div class="item"> ... </div>
<div class="item"> ... </div>
<div class="item"> ... </div>
...
...
</div>

Keterbatasan:

  1. Lebar setiap item harus sama
  2. Tidak ada fitur posisi di tengah secara otomatis.

Mengaktifkan Karakter Tab di dalam Textarea dengan Menekan Tombol

Saat kita mengetik tulisan di dalam <textarea>, kita tidak bisa menekan tombol tab untuk menyisipkan karakter tab karena saat kita melakukan itu, fokus kursor akan berpindah ke item formulir lain begitu saja. JavaScript ini bisa digunakan untuk menonaktifkan perpindahan formulir instan menggunakan tombol tab dan akan mengizinkan pengguna untuk menyisipkan karakter tab di dalam <textarea> dengan sekali tekan tombol tab:

function enableTab(id) {
var el = document.getElementById(id);
el.onkeydown = function(e) {
if (e.keyCode === 9) { // tab was pressed

// get caret position/selection
var val = this.value,
start = this.selectionStart,
end = this.selectionEnd;

// set textarea value to: text before caret + tab + text after caret
this.value = val.substring(0, start) + '\t' + val.substring(end);

// put caret at right position again
this.selectionStart = this.selectionEnd = start + 1;

// prevent the focus lose
return false;

}
};
}

Penggunaan

enableTab('id-textarea');

Demo

Senin, 12 November 2012

Memperbaharui Pemuatan JSON berdasarkan Event Scroll

Sebuah kumpulan data dalam daftar akan menampilkan indikator sedang memuat dan akan memulai pemuatan data baru saat jarak gulungan telah mencapai titik maksimal
Sebuah kumpulan data dalam daftar akan menampilkan indikator sedang memuat dan akan memulai pemuatan data baru saat jarak gulungan telah mencapai titik maksimal

Metode ini masih sama dengan metode-metode penundaan pemuatan JSON yang biasa Saya lakukan untuk widget-widget Saya yaitu dengan cara menyisipkan script callback secara tidak langsung ke dalam area <head> dengan ID tertentu. Kemudian, jika Saya ingin memperbaharui muatan JSON yang sudah ada, Saya tinggal menyingkirkan script callback yang lama kemudian menggantinya dengan duplikat baru dengan parameter yang sudah diperbaharui.

Bayangkan saja bahwa sudah terdapat sebuah script callback dengan ID foo di dalam area <head> seperti ini:

...
...
<script id="foo" src="../feeds/posts/summary?alt=json-in-script&callback=functionName" type="text/javascript"></script>
</head>

Kemudian Saya akan menyingkirkannya dengan cara menangkap ID elemen tersebut sebagai awalan untuk menyeleksi node induknya:

var a = document.getElementById('foo');
var parent = a.parentNode; // Mendapatkan elemen induk dari `foo`

Kemudian, dari induk tersebut Saya akan menyingkirkan elemen itu sendiri:

var a = document.getElementById('foo');
var parent = a.parentNode; // Mendapatkan elemen induk dari `foo`
parent.removeChild(a); // Singkirkan `foo` dari `parent`

Di sini, kita akan melakukan pekerjaan di atas berdasarkan event onscroll dengan batasan akhir berupa jarak gulungan maksimal kontainer. Kode di bawah ini akan menjalankan fungsi bernama myFunction() berdasarkan event onscroll dengan syarat jarak gulungan telah mencapai titk maksimal:

elem.onscroll = function() {
if ((this.scrollTop + this.offsetHeight) == inner.offsetHeight) {
myFunction();
}
};

Dimana elem adalah objek berupa kontainer.

Memulai Pekerjaan

Markup HTML

Kita mulai dengan pembuatan markup HTML sederhana seperti ini:

<div id="result-container" style="width:400px;height:400px;overflow:auto;">
<ol></ol>
<span class="loading">Memuat...</span>
</div>

Elemen #result-container digunakan sebagai area scroll, elemen ol digunakan sebagai kontainer data yang nantinya akan dihasilkan dari JSON, dan elemen span.loading digunakan sebagai indikator sedang memuat.

Membangun JavaScript

Pertama-tama kita buat script untuk memparse data JSON menjadi elemen HTML. Sederhana, seperti script recent post biasa yang Saya beri nama grabList(), dan hanya akan menghasilkan elemen <li> dengan tautan dan judul posting di dalamnya:

var elem = document.getElementById('result-container'), // Mendapatkan elemen `#result-container`
inner = elem.getElementsByTagName('ol')[0], // Mendapatkan elemen `ol` pertama
loading = elem.getElementsByTagName('span')[0]; // Mendapatkan elemen `span` pertama (dalam hal ini adalah elemen indikator sedang memuat)

// Bangun sebuah script untuk menampilkan daftar posting
function grabList(json) {

var list = json.feed.entry, link, skeleton = "";

// Jalankan loop hanya jika data JSON masih ada/dapat didefinisikan
if (list !== undefined) {
for (var i = 0; i < list.length; i++) {
for (var j = 0; j < list[i].link.length; j++) {
if (list[i].link[j].rel == "alternate") {
link = list[i].link[j].href; // Mendapatkan URL posting
}
}

// Bangun beberapa elemen `<li>` yang berisi tautan dan judul posting...
skeleton += '<li><a href="' + link + '">' + list[i].title.$t + '</a></li>';

}

// ... kemudian sisipkan elemen tersebut ke dalam elemen `<ol>`
inner.innerHTML += skeleton;

// dan sembunyikan indikator sedang memuat.
loading.style.display = "none";

} else {

// Jika data JSON sudah tidak ada (list == undefined), tambahkan kelas baru kepada elemen indikator sedang memuat dengan nilai `the-end`
loading.className += ' the-end';

// kemudian ganti teks indikator sedang memuat dengan kata `Habis`
loading.textContent = 'Habis';

}
}

Setelah itu buat sebuah fungsi untuk memuat script callback secara tidak langsung. Tambahkan dua buah parameter untuk menangani start-index dan max-results:

function updateScript(i, max) {
var head = document.getElementsByTagName('head')[0],
script = document.createElement('script');
script.type = 'text/javascript';
script.id = 'load-on-scroll-end';
script.src = 'http://nama_blog.blogspot.com/feeds/posts/summary?alt=json-in-script&start-index=' + i + '&max-results=' + max + '&callback=grabList';
head.appendChild(script);
}

// Jalankan fungsi!
updateScript(1, 25);

Fungsi di atas akan menyisipkan sebuah script callback JSON Blogger dengan nilai parameter start-index berupa 1 dan max-results berupa 25, sehingga sebuah elemen <script> dengan parameter yang sudah diatur akan disipkan ke dalam area <head> secara tidak langsung seperti ini:

...
...
...
<script id="load-on-scroll-end" src="http://nama_blog.blogspot.com/feeds/posts/summary?alt=json-in-script&start-index=1&max-results=25&callback=grabList" type="text/javascript"></script>
</head>

Memperbaharui JSON Berdasarkan Jarak Maksimal Gulungan Area

Setelah itu kita tambahkan sebuah kondisional untuk menyingkirkan script callback lama jika script tersebut ada. Tidak perlu membuat fungsi baru, cukup gunakan fungsi tadi agar kita bisa menggunakannya untuk dua hal sekaligus, yaitu menyisipkan script baru dan/atau menyingkirkan script lama (jika ada):

function updateScript(i, max) {
var head = document.getElementsByTagName('head')[0],
script = document.createElement('script');
script.type = 'text/javascript';
script.id = 'load-on-scroll-end';
script.src = 'http://nama_blog.blogspot.com/feeds/posts/summary?alt=json-in-script&start-index=' + i + '&max-results=' + max + '&callback=grabList';
if (document.getElementById('load-on-scroll-end')) {
var oldScript = document.getElementById('load-on-scroll-end');
oldScript.parentNode.removeScript(oldScript);
}

head.appendChild(script);
}

updateScript(1, 25); // Jalankan fungsi!

Karena kita juga akan menjalankan fungsi updateScript() berdasarkan event onscroll, maka kita juga harus memasukkan updateScript() ke dalam event yang Saya tuliskan pertama kali:

elem.onscroll = function() {
if ((this.scrollTop + this.offsetHeight) == inner.offsetHeight) {
// Muat ulang JSON Blogger dengan `start-index` yang baru melalui parameter `i`
updateScript(i, 25);
// Kemudian tampilkan indikator sedang memuat
loading.style.display = "block";
}
};

Parameter i haru dinamis, dan harus bisa bertambah setiap kali gulungan kontainer berakhir. Untuk membuatnya menjadi dinamis, kita akan menggunakan variabel awalan dengan nilai 0, kemudian kita tingkatkan nilainya di dalam event onscroll setiap kali jarak gulungan telah mencapai titik maksimal:

var start = 0;
elem.onscroll = function() {
if ((this.scrollTop + this.offsetHeight) == inner.offsetHeight) {

// Tingkatkan nilai `start` dengan 1 (dari `start = 0` menjadi `start = 1`, `start = 2`, dst...)
start++;

// Muat ulang JSON Blogger dengan `start-index` yang telah diperbaharui...
// ... melalui `start` yang nilainya dikalikan dengan 25
updateScript(start*25, 25); // => dari `(1, 25)` menjadi `(25, 25)`, `(50, 25)`, `(75, 25)`, dst...

// Kemudian tampilkan indikator sedang memuat
loading.style.display = "block";

}
};

Produk Final

HTML

<div id="result-container">
<ol></ol>
<span class="loading">Memuat...</span>
</div>

CSS

#result-container {
height:400px;
width:400px;
overflow:auto;
margin:50px auto;
font:normal normal 12px 'Trebuchet MS',Trebuchet,Geneva,Arial,Sans-Serif;
}

#result-container ol {
margin:0 0;
padding:0 0;
background-color:#B5D68C;
}

#result-container li {
margin:0 0;
padding:0 0;
list-style:none;
}

#result-container li:nth-child(even) {background-color:#A2C179}

#result-container li a {
display:block;
padding:5px 10px;
font-weight:bold;
color:#396B18;
text-decoration:none;
}

#result-container li a:hover {
background-color:#396B18;
color:white;
text-decoration:none;
}

#result-container .loading {
display:block;
height:26px;
font:normal bold 11px/26px Arial,Sans-Serif;
color:white;
text-align:center;
background-color:#B75A6F;
border-top:2px solid #222;
}

#result-container .loading.the-end {background-color:#666}

JavaScript

var widget_config = {
home_page: 'http://nama_blog.blogspot.com', // Your blog homepage
container_id: 'result-container', // ID of the result container
script_id: 'load-on-scroll-end-script', // ID of the asynchronous script
max_result: 25, // Max result post at once script loading
end_text: 'Habis' // End text if all posts has been loaded
};

var elem = document.getElementById(widget_config.container_id),
inner = elem.getElementsByTagName('ol')[0],
loading = elem.getElementsByTagName('span')[0],
start = 0, // Dynamic start-index
max = widget_config.max_result;

function grabList(json) {
var list = json.feed.entry, link, skeleton = "";
if (list !== undefined) {
for (var i = 0; i < list.length; i++) {
for (var j = 0; j < list[i].link.length; j++) {
if (list[i].link[j].rel == "alternate") {
link = list[i].link[j].href;
}
}
skeleton += '<li><a href="' + link + '">' + list[i].title.$t + '</a></li>';
}
inner.innerHTML += skeleton; // Insert the list to the container
loading.style.display = "none"; // Hide the loading indicator
} else {
// If the JSON is empty (list == undefined),
// add a new class to the loading indicator called `the-end`
loading.className += ' the-end';
// Replace the loading indicator text into `fully loaded!` for the example
loading.textContent = widget_config.end_text;
}
}

// Make an indirect script loader with two parameters: start-index and max-result post
function updateScript(a, b) {
var head = document.getElementsByTagName('head')[0],
script = document.createElement('script');
script.type = 'text/javascript';
script.id = widget_config.script_id;
script.src = widget_config.home_page + '/feeds/posts/summary?alt=json-in-script&start-index=' + a + '&max-results=' + b + '&callback=grabList';
// If there is an old script in the document...
if (document.getElementById(widget_config.script_id)) {
var oldScript = document.getElementById(widget_config.script_id);
// Remove the old script, and replace with the new one that has an updated start-index value
oldScript.parentNode.removeChild(oldScript);
}
head.appendChild(script);
}

// Start loading the callback script with start-index of 1
updateScript(1, max);

// When the container is being scrolled...
elem.onscroll = function() {
// ... check the scroll distance
if ((this.scrollTop + this.offsetHeight) == inner.offsetHeight) {
// If the distance equal to the height of the inner container...
start++; // Increase the start value by one
// then load the new script with an updated start-index
updateScript(start*max, max);
// and show the loading indicator
loading.style.display = "block";
}
};

Minggu, 11 November 2012

JavaScript untuk Mengecek Batas Akhir Gulungan Layar

Kode ini digunakan untuk mengecek apakah pengguna telah mencapai bagian akhir halaman atau tidak saat mereka sedang menggulung layar. Jika ya, lakukan sesuatu:

JavaScript

window.onscroll = function() {
if (navigator.userAgent.toLowerCase().indexOf("chrome") > -1 || navigator.userAgent.toLowerCase().indexOf("safari") > -1) {
if (document.documentElement.scrollHeight == (document.body.scrollTop + document.documentElement.clientHeight)) {
alert("End of the page!"); // for demonstration
}
} else {
if (document.documentElement.scrollHeight == (document.documentElement.scrollTop + document.documentElement.clientHeight)) {
alert("End of the page!"); // for demonstration
}
}
};

Demo

Catatan: Deklarasi <!DOCTYPE html> pada dokumen HTML harus dinyatakan.

Widget Recent Comment dengan Sistem Notifikasi

Pembaharuan 22 April 2013: Mengintegrasikan widget dengan cookies, menambahkan opsi summary dan menyingkirkan opsi tt_id.

Recent Comments Widget for Blogger with Notification System

Widget ini bukan widget recent comment biasa yang biasanya Anda temukan di blog-blog lain, karena widget ini memiliki kemampuan untuk memberitahu kepada administrator bahwa terdapat komentar baru yang telah masuk.

Demonya bisa Anda lihat di sini, namun efeknya hanya akan terlihat apabila terdapat (paling tidak) satu komentar baru yang masuk di blog ini:

Untuk memasang widget ini, pertama-tama tambahkan sebuah elemen halaman HTML/JavaScript. Salin kode ini kemudian letakkan di dalam formulirnya:

<style type="text/css" scoped="scoped">
.cm-outer {
margin:0 auto;
padding:0;
font:normal normal 11px/normal Arial,Sans-Serif;
border:1px solid;
border-top:none;
}
.cm-outer li {
margin:0;
padding:7px 10px 12px;
list-style:none;
clear:both;
border-top:1px solid;
}
.cm-outer .cm-header {margin:0 0 5px}
.cm-outer .cm-content {overflow:hidden}
.cm-outer img {
display:block;
float:left;
margin:2px 10px 2px 0;
border:4px solid black;
background:#8fa2cb url('http://img1.blogblog.com/img/anon36.png') no-repeat 50% 50%;
overflow:hidden;
}
</style>
<div id="comments-container">Loading&hellip;</div>
<script type="text/javascript">
var cm_config = {
home_page: "http://nama_blog.blogspot.com",
max_result: 7,
t_w: 32,
t_h: 32,
summary: 9999,
new_tab_link: true,
ct_id: "comments-container",
new_cm: " Komentar Baru!",
interval: 30000,
alert: true
};
</script>
<script type="text/javascript" src="http://reader-download.googlecode.com/svn/trunk/recent-comments-script-with-notification.js"></script>

Ganti kode yang Saya beri tanda dengan URL blog Anda kemudian klik Simpan. Hasil maksimal akan terlihat saat terdapat komentar baru yang masuk.

Konfigurasi Widget Lanjutan

Ada beberapa hal yang harus Anda ketahui mengenai konfigurasi lanjutan widget ini:

OpsiKeterangan
home_pageGanti nilainya dengan URL halaman muka blog Anda
max_resultDigunakan untuk menentukan jumlah komentar yang akan ditampilkan pada widget ini
t_wDigunakan untuk menentukan lebar avatar
t_hDigunakan untuk menentukan tinggi avatar
summaryDigunakan untuk menentukan jumlah karakter komentar yang ditampilkan
new_tab_linkJika bernilai true, seluruh tautan yang ada di dalam widget ini akan terbuka di tab/jendela baru saat diklik
tt_idID kontainer total komentar (abaikan jika tidak perlu)
ct_idID kontainer daftar komentar (abaikan jika tidak perlu)
new_cmLabel teks yang akan muncul setelah jumlah komentar (Misalnya: 2 Komentar Baru!)
intervalLihat deskripsi di bawah
alertLihat deskripsi di bawah

Opsi: interval

Digunakan untuk menentukan interval penyegaran feed komentar. Menggunakan satuan milidetik. Nilai 30000 artinya bahwa feed komentar akan disegarkan selama setengah menit sekali untuk memeriksa apakah terdapat komentar baru yang masuk atau tudak. Jika terdapat komentar baru yang masuk, maka widget ini akan menampilkan pesan bahwa komentar baru telah masuk.

Opsi: alert

Ini cuma opsi untuk menentukan gaya pemberitahuan pesan. Jika bernilai false, widget ini akan menampilkan pesan masuknya komentar baru pada title bar peramban seperti gambar 1. Sebaliknya, jika bernilai true, notifikasi akan muncul pada kotak peringatan seperti terlihat pada gambar 2:

Model Notifikasi 1
Model Notifikasi 1: alert: false
Model Notifikasi 2
Model Notifikasi 2: alert: true

Pembaharuan

Sekarang Anda bisa menampilkan teks notifikasi pada elemen HTML tertentu dengan cara mengubah nilai opsi alert menjadi sebuah fungsi seperti ini:

var cm_config = {
...
alert: function(total, label) {
// Lakukan sesuatu dengan `total` dan `label`
}
};

total berfungsi untuk menampilkan total komentar baru, sedangkan label berfungsi untuk menampilkan nilai pada opsi new_cm. Sebagai contoh, buat sebuah elemen HTML seperti ini. Elemen ini akan digunakan sebagai penampil/kontainer teks total komentar:

<div id="show-total"></div>

Setelah itu, sisipkan teks total komentar ke dalam elemen tersebut dengan JavaScript innerHTML melalui fungsi di atas:

var cm_config = {
...
alert: function(total, label) {
document.getElementById('show-total').innerHTML = '<strong>'+total+' '+label+'</strong>';
}
};

Jika terdapat notifikasi baru, maka teks notifikasi tersebut akan muncul di dalam elemen #show-total dan akan menghasilkan markup HTML seperti ini:

<div id="show-total">
<strong>1 Komentar Baru!</strong>
</div>

Sebaiknya tambahkan juga atribut title dengan pesan tertentu dan satu buah fungsi kecil pada elemen di atas seperti ini:

<div id="show-total" title="Abaikan!" onclick="this.innerHTML='';"></div>

Fungsinya untuk menghilangkan teks total komentar apabila pengguna mengeklik elemen tersebut.

Rabu, 07 November 2012

XHTML Blogger, Loop Label Posting

Elemen ini biasanya tampil di bagian footer posting dan berfungsi untuk menampilkan daftar label yang diterapkan pada posting tersebut:

<span class='post-labels'>
<b:if cond='data:post.labels'>
<data:postLabelsLabel/>
<b:loop values='data:post.labels' var='label'>
<a expr:href='data:label.url' rel='tag'><data:label.name/></a><b:if cond='data:label.isLast != &quot;true&quot;'>,</b:if>
</b:loop>
</b:if>
</span>
DataKeteranganTampilan/Contoh Tampilan
data:post.labelsDaftar label???
data:postLabelsLabelElemen ini akan menampilkan label sebelum daftar kategori postingLabel:
data:label.urlElemen ini akan menghasilkan URL halaman label/kategorihttp://nama_blog.blogspot.com/search/label/Liburan
data:label.nameElemen ini akan menghasilkan nama label/kategoriLiburan
data:label.isLastBoolean untuk menyatakan label terakhirtrue, false

XHTML Blogger, Share Buttons

Dalam Konsep

<b:includable id='shareButtons' var='post'>
<b:if cond='data:top.showEmailButton'>
<a class='goog-inline-block share-button sb-email' expr:href='data:post.sharePostUrl + &quot;&amp;target=email&quot;' expr:title='data:top.emailThisMsg' target='_blank'>
<span class='share-button-link-text'><data:top.emailThisMsg/></span>
</a>
</b:if>
<b:if cond='data:top.showBlogThisButton'>
<a class='goog-inline-block share-button sb-blog' expr:href='data:post.sharePostUrl + &quot;&amp;target=blog&quot;' expr:onclick='&quot;window.open(this.href, \&quot;_blank\&quot;, \&quot;height=270,width=475\&quot;); return false;&quot;' expr:title='data:top.blogThisMsg' target='_blank'>
<span class='share-button-link-text'><data:top.blogThisMsg/></span>
</a>
</b:if>
<b:if cond='data:top.showTwitterButton'>
<a class='goog-inline-block share-button sb-twitter' expr:href='data:post.sharePostUrl + &quot;&amp;target=twitter&quot;' expr:title='data:top.shareToTwitterMsg' target='_blank'>
<span class='share-button-link-text'><data:top.shareToTwitterMsg/></span>
</a>
</b:if>
<b:if cond='data:top.showFacebookButton'>
<a class='goog-inline-block share-button sb-facebook' expr:href='data:post.sharePostUrl + &quot;&amp;target=facebook&quot;' expr:onclick='&quot;window.open(this.href, \&quot;_blank\&quot;, \&quot;height=430,width=640\&quot;); return false;&quot;' expr:title='data:top.shareToFacebookMsg' target='_blank'>
<span class='share-button-link-text'><data:top.shareToFacebookMsg/></span>
</a>
</b:if>
<b:if cond='data:top.showOrkutButton'>
<a class='goog-inline-block share-button sb-orkut' expr:href='data:post.sharePostUrl + &quot;&amp;target=orkut&quot;' expr:title='data:top.shareToOrkutMsg' target='_blank'>
<span class='share-button-link-text'><data:top.shareToOrkutMsg/></span>
</a>
</b:if>
<b:if cond='data:top.showDummy'>
<div class='goog-inline-block dummy-container'><data:post.dummyTag/></div>
</b:if>
</b:includable>
DataKeteranganTampilan/Contoh Tampilan
data:top.showEmailButtonBoolean???
data:top.showBlogThisButtonBoolean???
data:top.showTwitterButtonBoolean???
data:top.showFacebookButtonBoolean???
data:top.showFacebookButtonBoolean???
data:top.showDummyBoolean???
data:post.sharePostUrlElemen ini akan menghasilkan URL berbagihttp://www.blogger.com/share-post.g?blogID=52518732703774XXXX2&postID=703794562479435XXXX
data:top.emailThisMsgElemen ini akan menghasilkan judul/deskripsi tautan berbagiKirim Ini lewat Email
data:top.blogThisMsgElemen ini akan menghasilkan judul/deskripsi tautan berbagiBlogThis!
data:top.shareToTwitterMsgElemen ini akan menghasilkan judul/deskripsi tautan berbagiBerbagi ke Twitter
data:top.shareToFacebookMsgElemen ini akan menghasilkan judul/deskripsi tautan berbagiBerbagi ke Facebook
data:top.shareToOrkutMsgElemen ini akan menghasilkan judul/deskripsi tautan berbagiBerbagi ke Orkut
data:post.dummyTag???...

XHTML Blogger, Item Kontrol

Tombol Edit Cepat Posting

Biasanya berbentuk gambar/ikon pensil dan terletak di dalam footer posting:

<b:includable id='postQuickEdit' var='post'>
<b:if cond='data:post.editUrl'>
<span expr:class='&quot;item-control &quot; + data:post.adminClass'>
<a expr:href='data:post.editUrl' expr:title='data:top.editPostMsg'>
<img alt='' class='icon-action' height='18' src='http://img2.blogblog.com/img/icon18_edit_allbkg.gif' width='18'/>
</a>
</span>
</b:if>
</b:includable>
DataKeteranganTampilan/Contoh Tampilan
data:post.editUrlElemen ini akan menghasilkan URL pengeditan postinghttp://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=489094982896596XXXX&postID=622513084927827XXXX&from=pencil
data:top.editPostMsgElemen ini akan menghasilkan deskripsi/pesan tautan pengeditan postingEdit Entri
data:post.adminClassElemen ini akan menghasilkan kelas khusus administratorblog-admin pid-251761511

Tombol Edit Cepat Widget

Berbentuk gambar/ikon kunci inggris dan terletak pada bagian bawah widget:

<b:include name='quickedit'/>

http://img1.blogblog.com/img/icon18_wrench_allbkg.png

Tombol Penghapusan Komentar

Lihat pada XHTML Blogger, Ikon Penghapusan Komentar

XHTML Blogger, Elemen Halaman: Seksi dan Widget

Sebuah seksi merupakan elemen <b:section>, sedangkan widget adalah elemen <b:widget>. <b:widget> harus berada di dalam <b:section>, dan <b:section> harus berada di dalam tag <body>

<b:section> dan <b:widget> selalu dilengkapi oleh beberapa atribut. Beberapa merupakan atribut wajib dan beberapa merupakan pilihan. Namun, untuk mengaktifkan sebuah <b:section>, minimal kita hanya membutuhkan atribut id dengan nilai yang spesifik:

<b:section id='widget-area'/>

Elemen di atas nantinya akan ditampilkan sebagai bagian terpenting dalam halaman Tata Letak, yaitu berupa tab pengeditan, penambahan & penghapusan widget seperti ini:

Widget
Contoh tampilan <b:section> di halaman Tata Letak

Dan saat ditampilkan sebagai elemen HTML, <b:section> akan tampil sebagai elemen ini:

<div class='section' id='widget-area'></div>
Daftar Atribut yang Biasa Muncul di dalam Elemen <b:section>
AtributNilai/Contoh NilaiKeterangan
idsection-1Atribut wajib. Seperti ID dalam elemen HTML. Berupa huruf atau angka, dan harus spesifik.
classheaderAtribut opsional. Seperti kelas dalam elemen HTML. Tidak harus spesifik.
Kelas-kelas standar dalam sebuah template blogspot adalah navbar, header, main, sidebar dan footer. Kelas-kelas standar tersebut sangat berguna bagi Blogger untuk mempermudah dalam menentukan tipe widget yang sesuai yang biasanya akan disisipkan/ditata ulang secara otomatis saat Anda mengunggah/mengganti template.
maxwidgets1Atribut opsional. Berupa jumlah. Atribut ini berguna untuk menentukan seberapa banyak widget yang bisa ditambahkan pada seksi terkait. Anda biasanya akan melihat atribut ini pada seksi header berupa maxwidgets='1', yang akan membatasi penambahan widget sebanyak satu buah. Setelah sebuah elemen halaman ditambahkan, elemen halaman baru tidak diizinkan untuk masuk ke dalam seksi tersebut. Ciri khususnya adalah, sebuah tombol penambahan widget akan tampil saat seksi tersebut masih mengandung jumlah widget kurang dari nilai maksimal, dan akan menghilang saat jumlahnya telah mencapai nilai maksimal.
showaddelementyes (default)Atribut opsional. Jika bernilai yes, tombol penambahan widget akan ditampilkan. Jika bernilai no, tombol penambahan widget akan menghilang (pemilik blog tidak diizinkan untuk menambahkan elemen halaman).
no
growthvertical (default)Atribut opsional. Digunakan untuk menentukan apakah widget-widget halaman akan disusun secara menyamping atau bertumpukan.
horizontal

Sebuah <b:widget> merupakan bagian dari <b:section> dan memiliki beberapa atribut wajib, yang akan terisi secara otomatis saat kita menambahkan elemen halaman/widget baru:

<b:widget id='BlogArchive1' locked='false' title='Blog Archive' type='BlogArchive'/>

Elemen di atas akan tampil sebagai item widget seperti ini saat kita berada di dalam halaman Tata Letak:

Widget Arsip
Contoh tampilan <b:widget> di halaman Tata Letak

Dan akan menjadi seperti ini saat tampil sebagai elemen HTML:

<div class='widget BlogArchive' id='BlogArchive1'>
<h2>Blog Archive</h2>
<div class='widget-content'>
...
</div>
</div>
<div class='widget `type`' id='`id`'>
<h2>`title`</h2>
<div class='widget-content'>
...
</div>
</div>
Daftar Atribut yang Biasa Muncul di dalam Elemen <b:widget>
AtributNilai/Contoh NilaiKeterangan
idBlogArchive1Atribut wajib. Seperti ID dalam elemen HTML. Berupa huruf atau angka, dan harus spesifik.
typeBlogArchiveAtribut wajib. Nilai terdaftar[1] dan tidak bisa ditentukan sesuka hati. Digunakan untuk menentukan tipe widget.
lockedtrueAtribut opsional. Digunakan untuk menentukan apakah widget bisa digeser-geser (diatur ulang susunannya) dan dihapus atau tidak. Ciri khusus tampak pada bagian bilah di samping item widget seperti ini
false
titleBlog ArchiveAtribut opsional. Digunakan untuk menentukan judul widget.
pageTypeallAtribut opsional. Digunakan untuk membuat widget tampil pada halaman spesifik (???)
archive
main
item
mobileyesAtribut opsional. Jika yes, widget akan ditampilkan saat berada pada tampilan blog mobile. Jika no, widget tidak akan tampil saat berada pada tampilan blog mobile. Jika only, widget akan ditampilkan hanya pada tampilan blog mobile.
no
only